Olehkarena itu kata dia, pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kinerja operasi jalan tol menjadi kebutuhan. "Tantangan manajemen lalu lintas jalan tol tidak hanya untuk kebutuhan mengelola 1,3 miliar transaksi di tahun 2020 dengan nilai Rp 22 triliun, tetapi juga termasuk tata kelola pengoperasian lalu lintasnya untuk menekan atau Menurutnyajalan tol sebagai keniscayaan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diatur di Perpres Nomor 56 Tahun 2018 tentang perubahan kedua atas Perpres Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Oleh karena itu, jalan tol menjadi salah satu bentuk upaya penataan ruang. RestArea Jalan Tol Bisa Dikembangkan Jadi Obyek Wisata Lokal. Tampilan rest area KM 215 B ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang, dalam ekspedisi Merapah Trans Sumatera 2019, Rabu (28/8/2019). Ruas Jalan Tol Trans Sumatera tersebut merupakan tol terpanjang dengan total panjang 189 kilometer, pada Jumat (15/11/2019) ini resmi beroperasi. Melaluipengoperasian Jalan Tol Cipali sebagai bagian dari Tol TransJawa turut membuat kawasan di sekitar jalan tol berpotensi menjadi kawasan industri - hot issue - okezone economy . JAKARTA, - Perkembangan teknologi yang kian pesat memberikan dampak positif pada perkembangan sektor industrial di dalam negeri. Banyak penyewa lahan akan berlomba-lomba mencari kawasan terbaik untuk mengembangkan perusahaannya di Indonesia. Meskipun demikian, Head of Research dari Colliers Indonesia, Ferry Salanto mengatakan penyewa harus mengantisipasi kenaikan harga sewa karena persediaan lahan industrial saat ini kian terbatas. “Lahan yang tersedia semakin terbatas membuat aktivitas sewa-menyewa akan semakin sengit sehingga dapat memberikan tekanan tinggi pada harga sewa, terutama jika ekonomi terus berkembang secara positif,” jelas Ferry. Baca juga Kerap Terjadi Listrik Padam di Kawasan Industri, Ini Alasan PLN Batam Dalam laporan tentang perkembangan lahan industrial di Jakarta pada kuartal 1 2023, Colliers mencatat sejak tahun 2022, terdapat 74 hektar lahan industri yang sedang disiapkan di bagian timur Jabodetabek, tepatnya di Bekasi dan Karawang. Sementara di wilayah barat, khususnya di Serang, dua industri perkebunan masih mengembangkan 300 hektar lahan menjadi kawasan siap bangun. Di wilayah selatan, seperti Bogor sudah tidak ada lagi lahan yang bisa dikembangkan sebagai kawasan industri. Namun, pembangunan sekarang lebih fokus di Sukabumi. Ferry menambahkan, kedepannya, sektor industrial akan terus mendapatkan dukungan dari sektor teknologi yang berkembang pesat, terutama dari segmen otomotif berteknologi tinggi seperti kendaraan listrik electric vehicle dan pusat data data center. Baca juga Telatah Sektor Data Center dan Kebutuhannya untuk Tumbuh Berkelanjutan “Sebagai industri dengan teknologi canggih, data center akan memperkokoh posisinya sebagai sektor yang paling dinamis dalam akuisisi lahan,” jelas Ferry. Selain itu, kata Ferry, industri lain seperti sektor otomotif, energi, makanan, dan petrokimia akan menjaga laju pertumbuhan mereka. “Secara umum, pemilik kawasan industri akan memprioritaskan memajukan transformasi lahan yang belum dikembangkan menjadi kawasan yang mudah diakses dan dapat dibangun,” paparnya. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. › Riset›Dampak Pembangunan Tol... Seberapa besar keberadaan Jalan Tol Trans-Jawa memberikan dampak positif bagi perekonomian antardaerah? Litbang ”Kompas” mencoba menghitung potensi tersebut menggunakan analisis model ”interregional input ouput” IRIO. Kompas Kawasan rest area tempat istirahat Jalan Tol Trans-Jawa Kilometer 260B Banjaratma, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat 17/12/2021. Rest area yang memanfaatkan bekas pabrik gula ini memiliki luas kawasan sekitar 10,6 Jalan Tol Trans-Jawa memberikan dampak positif bagi perekonomian antardaerah. Keberadaan jalan tol berdampak terhadap output, pendapatan, dan nilai tambah bruto di semua sektor lapangan usaha di enam provinsi Pulau Jalan Tol Trans-Jawa memberikan harapan baru pada efisiensi mobilitas di Pulau Jawa. Kehadiran Trans-Jawa mengubah pola mobilitas jarak jauh menggunakan jalur darat. Bahkan, perjalanan darat via tol dapat bersaing dengan perjalanan darat menggunakan kereta. Pembangunan infrastruktur ini berperan penting dalam menghubungkan pusat-pusat ekonomi dengan wilayah sekitarnya. Ini artinya, ketersediaan infrastruktur menjadi salah satu prasyarat utama bagi pertumbuhan dan perkembangan sektor-sektor yang lengkap dan terjangkau dapat mendorong masuknya investasi serta meningkatkan lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang disertai pemerataan Kawasan Industri Terpadu Batang KITB di Kecamatan Gringsing, Batang, Jawa Tengah Jumat 17/12/2021. Kawasan industri yang memiliki akses langsung ke Jalan Tol Trans-Jawa ruas Batang-Semarang ini digagas pemerintah untuk mendorong penguatan sektor industri di Tol Trans-Jawa sepanjang lebih kurang kilometer ini diyakini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Pulau Jawa, khususnya dalam memulihkan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Hal tersebut karena efisiensi waktu atau kecepatan waktu tempuhnya dapat menurunkan biaya logistik menjadi lebih kompetitif sehingga akan meningkatkan daya saing akses distribusi logistik via Tol Trans-Jawa menjadi pertimbangan investor untuk berinvestasi dan mengembangkan usaha di sejumlah kawasan industri. Selain itu, keberadaan tol juga mendorong tumbuh dan berkembangnya industri di wilayah yang dilalui jalur Tol Tengah membangun dan mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus KEK Batang dan Kendal Industrial Park. Sementara Jawa Timur mengembangkan KEK Gresik dan Banten mengembangkan Kawasan Industri Balaraja. Sementara itu, Jawa Barat tidak hanya mengembangkan kawasan industri, tetapi juga Bandara Internasional dampak pembangunan Tol Trans-Jawa tidak hanya berdampak pada wilayah yang dilalui tol, tetapi juga menimbulkan dampak limpahan pada wilayah lain spillover effect. Dampak tersebut merupakan dampak yang ditimbulkan karena naiknya permintaan akhir di suatu lapangan usaha daerah. Kondisi ini tidak dapat dimungkiri karena adanya perdagangan dan konektivitas ekonomi tidak hanya bertumpu pada kontribusi satu sektor, tetapi juga ada keterkaitan antarsektor lain. Karena itu, keterkaitan dan konektivitas antarwilayah dan antarsektor ekonomi akan berdampak pada wilayah Kompas menganalisis dampak keterkaitan hubungan antarsektor lapangan usaha di enam Ppovinsi Pulau Jawa karena pembangunan Tol Trans-Jawa. Analisis ini menggunakan model interregional input ouput IRIO dengan data transaksi domestik atas dasar harga produsen tahun 2016. Model IRIO ini merupakan pengembangan dari model input output sehingga struktur keterkaitan atau ketergantungan antarsektor di suatu wilayah dengan wilayah lain dapat analisis menunjukkan penambahan investasi dari 2016 hingga 2026 karena pembangunan Tol Trans-Jawa akan memberikan dampak terhadap output, pendapatan, dan nilai tambah bruto di semua sektor lapangan usaha di enam provinsi Pulau Jawa. Hasil analisis dan proyeksi ini dapat berguna sebagai bahan pendukung dalam menyusun perencanaan dan merumuskan kebijakan ekonomi kewilayahan ke Patria Gupta Kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate JIIPE, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Jumat 3/9/2021. Kawasan industri ini terhubung dengan baik ke sejumlah tujuan di Jawa dan bagian lain Indonesia melalui Jalan Tol Trans-Jawa, kereta api, serta pelabuhan ke seluruh dunia oleh pelabuhan laut ekonomiIdentifikasi potensi ekonomi diperlukan untuk mengetahui sumber pertumbuhan ekonomi yang baru antarwilayah. Selain itu, potensi ekonomi digunakan untuk mengembangkan sektor-sektor ekonomi agar dapat meningkatkan perekonomian. Besaran pengaruh variabel permintaan akhir konsumsi rumah tangga, pemerintah, investasi, dan ekspor dapat dilihat dari nilai analisis angka pengganda output di enam provinsi Pulau Jawa menggunakan tabel IRI menunjukkan bahwa secara rata-rata adanya peningkatan permintaan akhir sebesar Rp 1 juta akan mendorong peningkatan produksi yang menghasilkan pembentukan output baru dalam perekonomian sebesar Rp 1,59 pengganda output terbesar berada pada sektor pengadaan listrik dan gas di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan nilai 3,16. Artinya, apabila ada kenaikan permintaan akhir sebesar Rp 1 juta, hal itu akan berdampak pada pembentukan output sebesar Rp 3,16 itu, hasil analisis pengganda pendapatan di enam provinsi Pulau Jawa menunjukkan secara rata-rata adanya peningkatan permintaan akhir sebesar Rp 1 juta akan akan menyebabkan pembentukan pendapatan masyarakat secara sektoral sebesar Rp Sri Kumoro Pusat UMKM di rest area Km 519A Jalan Tol Solo-Ngawi di Masaran, Sragen, Jawa Tengah, Selasa 14/12/2021. Rest area menjadi salah satu lokasi bagi pelaku UMKM, terutama di sektor makanan, untuk jasa pendidikan di DIY merupakan sektor yang paling berpotensi mendorong peningkatan pendapatan masyarakat. Nilai pengganda pendapatan pada sektor tersebut sebesar 0,78. Artinya, kenaikan permintaan akhir sebesar Rp 1 juta akan meningkatkan pendapatan sebesar Rp pengganda nilai tambah bruto NTB di enam provinsi Pulau Jawa secara rata-rata sebesar 0,89. Artinya, secara rata-rata adanya peningkatan permintaan akhir sebesar Rp 1 juta akan akan menciptakan NTB sebesar Rp NTB merupakan balas jasa terhadap faktor produksi karena adanya kegiatan dengan nilai pengganda NTB terbesar diraih oleh sektor penyediaan akomodasi dan makan minum di DIY dengan nilai 1,30. Nilai tersebut menunjukkan bahwa apabila ada kenaikan permintaan akhir sebesar Rp 1 juta, akan tercipta NTB sebesar Rp 1,3 mengenai angka pengganda ini menggambarkan kondisi perekonomian di setiap wilayah. Nilai-nilainya mengukur respons terhadap rangsangan perubahan suatu perekonomian yang dinyatakan dalam hubungan sebab akibat. Sektor dengan nilai pengganda terbesar memainkan peran penting dalam suatu SUSANTO Tol Trans-Jawa masih terhenti di Sumberkedawung, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Minggu 12/12/2021. Pengguna jalan tol harus keluar di Pintu Tol Probolinggo Timur untuk melanjutkan perjalanan ke arah Banyuwangi. Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi dengan total panjang 172 kilometer akan menjadi titik akhir jaringan Jalan Tol Trans-JawaAnalisis juga dilakukan untuk melihat dampak penambahan investasi, konstruksi, dan pembebasan lahan selama 2016 hingga 2026 pada pembangunan Tol Trans-Jawa. Dalam model IRIO, penambahan tersebut dapat dikatakan shock. Pengalokasian pembangunan Trans-Jawa dari dana investasi dimasukkan pada sektor permintaan akhir merupakan variabel eksogen shock variable sehingga penambahan permintaan akhir dikatakan sebagai kejutan. Seperti pada nilai angka pengganda, dampak ekonomi yang akan dihitung adalah dampak terhadap output perekonomian, PDRB atau nilai tambah bruto, dan pendapatan yang diterima oleh pemberian shock, komponen permintaan akhir membentuk nilai tambah pada output, pendapatan, dan NTB. Jumlah tambahan output pada 17 sektor di Pulau Jawa yang terbentuk sebagai dampak investasi adalah sebesar Rp 232,32 triliun. Sementara jumlah tambahan pendapatan sebesar Rp 50,69 triliun dan tambahan NTB sebesar Rp 118,28 Sri Kumoro Jalan tol menuju Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati, Kabupaten Majalengka, via Jalan Tol Cikopo-Palimanan, Senin 13/12/2021.Dampak pembangunan ini akan diterima selama proses pembangunan, yakni dalam kurun waktu 10 tahun karena investasi dihitung sejak tahun 2016. Dengan demikian, pembangunan Trans-Jawa memiliki dampak terhadap output perekonomian Jawa sebesar 23,23 triliun per kurun waktu tersebut, sektor penerima dampak penambahan terbesar berasal dari sektor konstruksi di Jatim atau sektor asal dana investasi. Tambahan pada output, pendapatan, dan NTB di sektor tersebut masing-masing sebesar Rp 87,37 triliun, Rp 21,04 triliun, dan Rp 43,29 kenaikan tersebut dihitung per tahun, jumlah tambahan pada output, pendapatan, dan NTB di sektor tersebut masing-masing sebesar Rp 8,74 triliun, Rp 2,1 triliun, dan Rp 4,33 triliun. Besaran dampak ini berarti bahwa pembangunan Trans-Jawa telah memberi kontribusi positif bagi perekonomian Pulau data Badan Pusat Statistik, struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada triwulan III tahun 2021 masih didominasi kelompok provinsi Pulau Jawa. Kontribusinya terhadap PDB sebesar 57,54 persen. Namun, pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa masih di bawah pertumbuhan ekonomi nasional. BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa triwulan III tahun 2021 terbesar 3,03 persen secara tahunan yoy.Baca juga Tiga Tahun Meniti Asa di Tol Trans-JawaHasil proyeksi ini memberi gambaran bahwa pembangunan Trans-Jawa dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian antardaerah, tidak hanya pada daerah yang dilalui tol. Pertumbuhan ekonomi di semua provinsi Pulau Jawa dapat dimaksimalkan sehingga dapat berkontribusi dalam mempercepat pemulihan ekonomi akibat pandemi diperlukan komitmen yang kuat dari berbagai pihak untuk mengoptimalkan dampak positif dari pengembangan Tol Trans-Jawa ini. Komitmen yang menjadi pekerjaan rumah bersama ini sangat menentukan keberhasilan tingkat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan infrastruktur jalan diharapkan dapat meminimalkan hambatan konektivitas dan keterkaitan antardaerah. Dengan demikian, pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat. LITBANG KOMPASBaca juga Perjalanan Lebih Bermakna Melewati Tol Trans-Jawa EditorToto Suryaningtyas › Ekonomi›Peluang Investasi Tol Terbuka ... Realisasi pembangunan jalan tol di Indonesia baru sekitar kilometer km atau 13,8 persen dari rencana umum yang mencapai km. Oleh karena itu, peluang investasi di jalan tol dinilai terbuka lebar. OlehBM Lukita Grahadyarini / Mediana 4 menit baca KOMPAS/HERU SRI KUMORO Tempat istirahat di Jalan Tol Trans-Jawa ruas Semarang-Solo Km 456 di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa 14/12/2021. Tempat istirahat di sisi kiri dan kanan jalan tol ini memiliki jembatan penghubung antartempat KOMPAS — Peluang investasi jalan tol di Indonesia dinilai masih sangat terbuka karena kebutuhannya sangat besar. Rencana umum pembangunan jalan tol di Tanah Air mencapai panjang kilometer, tetapi realisasinya baru Badan Pengelola Jalan Tol BPJT Danang Parikesit, pekan lalu, menyatakan, selain realisasinya yang masih relatif kecil, pelaku usaha di bisnis tol masih sangat terbatas. Dengan kebutuhan investasi yang sangat besar, maka selain peran bank pemerintah dan bank swasta, peran dari bank daerah dan bank internasional pun dibutuhkan. Pihaknya mendorong investasi swasta mengalir ke proyek jalan tol. Sejauh ini, investasi swasta telah banyak masuk, antara lain Tol Cipali dari dana pensiun Kanada, dan Tol Solo-Ngawi-Kertosono dengan investor dari Hong Kong. Selain itu, divestasi ruas tol agar badan usaha mendapat modal baru untuk mengembangkan bisnis ke ruas tol menambahkan, pihaknya sedang memproses lelang proyek tol pada triwulan IV Oktober-Desember 2021, seperti akses Patimban, Tol Bandung-Cilacap, Tol Kamal- Teluknaga-Rajeg-Balaraja Kataraja, ruas Tol JORR Cikunir-Ulujami, dan jalan tol di pada triwulan I Januari-Maret 2022 terdapat tujuh ruas yang akan dilelang, yakni Jalan Tol Semanan-Balaraja 32,39 km, Jalan Tol Cikunir-Karawaci 40 km, dan Jalan Tol Semarang Harbour 20,8 km. Selain itu, Jalan Tol Malang-Kepanjen 29,79 km, Jalan Tol Sukabumi-Ciranjang 28 km, dan Jalan Tol Ciranjang-Padalarang 28 km.Baca juga Lebih Lengkap, Lebih Nyaman, Walau Ada PRSelain potensi pengembangan ke depan, sisi bisnis jalan tol pun dinilai berpotensi. Menurut Danang, lalu lintas harian di Tol Trans-Jawa yang turun karena dampak pandemi Covid-19 kini mulai pulih dan mendekati kondisi sebelum saat ini, pengelola jalan tol di Tol Trans-Jawa tidak mengalami gagal bayar pinjaman ke bank. ”Dari aspek transaksi, Tol Trans-Jawa cukup sehat, membuktikan mobilitas di Tol Trans-Jawa terjaga. Secara bisnis, tidak ada yang gagal bayar ke bank,” efisienRektor Universitas Paramadina Didik J Rachbini, saat dihubungi di Jakarta, Senin 20/12/2021, berpendapat, proyek jalan tol berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hanya saja, masalah yang kini dihadapi Indonesia ialah inefisiensi. Ongkos investasi proyek infrastruktur dan investasi lainnya naik dua kali lipat dibandingkan pada masa Orde Baru.”Letak masalahnya bisa jadi ada di birokrasi dan praktik mark up atau kesenjangan antara biaya produk atau layanan dan harga aktualnya. Hal seperti ini perlu dibenahi,” satu indikator yang sering digunakan untuk mengukur efisiensi ekonomi adalah angka incremental capital output ratio ICOR. Indikator ini menghitung pertambahan luaran output ekonomi dari setiap investasi. Makin tinggi angka ICOR, berarti makin boros atau tidak 2019, ICOR Indonesia 6,77. Artinya untuk menghasilkan tambahan output ekonomi atau produk domestik bruto PDB Rp 1, diperlukan investasi Rp 6,77. Angka itu lebih tinggi daripada ICOR tahun 2018 sebesar 6,44. Sebagai perbandingan, angka ICOR Filipina 3,7; Thailand 4,5; Malaysia 4,6; dan Vietnam 5,2 Kompas, 26/10/2021.Deputy CEO Indonesia Investment Authority INA Arief Budiman mengatakan, seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia, kebutuhan infrastruktur memiliki prospek jangka panjang yang baik. Pandemi berpengaruh terhadap pembangunan jalan tol, tetapi dalam jangka menengah dan panjang, dia optimistis, kembali dengan Abu Dhabi Investment Authority ADIA dari Uni Emirat Arab, APG dari Belanda, dan Caisse de dépôt et placement du Québec CDPQ dari Kanada telah menandatangani kesepahaman untuk mengalokasikan sekitar 3,75 miliar dollar AS dalam bentuk Arief, ekuitas itu dapat dimanfaatkan leverage kembali. ”Kami tengah mengevaluasi dan diskusi dengan Hutama Karya dan Waskita Karya,” juga Tiga Tahun Meniti Asa di Tol Trans-JawaKOMPAS/ABDULLAH FIKRI ASHRI Kendaraan mencoba transaksi nontunai di Gerbang Tol Kertajati Utama yang menghubungkan jalan tol dengan Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati di Kabupaten Majalengka, Senin 20/12/2021. Kini, Bandara Kertajati terhubung dengan ruas Jalan Tol Cikopo-Palimanan. Integrasi ini diharapkan mengembangkan perekonomian KertajatiAkses tol menuju Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mulai beroperasi Senin 20/12. Integrasi tol dan bandara itu diharapkan memicu pengembangan kawasan Cirebon-Patimban-Kertajati. Namun, kehadiran Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan atau Cisumdawu masih Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat John Wempi Watipo saat meresmikan pengoperasian akses itu mengatakan, Tol Cisumdawu memberi manfaat kepada pengguna Bandara Kertajati. ”Sebab, Cisumdawu memangkas jarak dan waktu tempuh dari Bandung ke Kertajati sekitar 50 persen. Saat ini jaraknya sekitar 160 kilometer, sedangkan dengan Cisumdawu menjadi sekitar 60 kilometer,” ujarnya. LKT/MED/IKIBaca jugaJalan-jalan Asyik via Tol Trans-JawaJalur Pantura Menolak MeranaMentari Pagi Menyapa Tol Trans-Jawa EditorMukhamad Kurniawan JAKARTA, - Pemerintah tengah melakukan pengembangan Tempat Istirahat dan Pelayanan TIP atau rest area untuk menambah nilai pada ruas jalan tol. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol BPJT Kementerian PUPR Danang Parikesit menyampaikan hal ini dalam webinar Indonesia’s Toll Road Infrastructure Competitiveness In Global Prespective, Rabu 8/12/2021. Bahwa pihaknya sedang menciptakan nilai tambah pada koridor jalan tol yang ada. Untuk membuka peluang bertambahnya non core revenues bagi pengusaha jalan tol."Saya pikir kami juga belajar dari Jepang memiliki rest area dan memanfaatkan sekitarnya, dan kami membutuhkan itu untuk bisa meningkatkan nilai jalan," ujar Danang. Rest Area di sepanjang jalan tol berpotensi untuk dioptimalkan melalui konsep pemisahan fungsi rest area dari service area hanya dapat diakses dari jalan tol dan standar dan kriteria ditetapkan dalam Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2018. Sementara, service area dapat diakses dari jalan non-tol dan Izinkan pergerakan pejalan kaki dari rest area ke service area. Berikut empat pengembangan service area pada rest area 1. Transportation Hub Fungsi tambahan sebagai titik integrasi transportasi yang memungkinkan pergerakan manusia di luar area. Terletak di persimpangan transportasi multimoda yang sibuk. › Ekonomi›Peluang Bisnis di Sepanjang... Konsep pembangunan jalan tol berikut pengembangan kawasan bisa jadi alternatif pengusahaan jalan tol. Investasi jalan tol dinilai akan lebih menguntungkan jika dibarengi dengan pengembangan kawasan sekitarnya. OlehNorbertus Arya Dwiangga Martiar 4 menit baca KOMPAS/HERU SRI KUMORO Foto udara Jalan Tol Trans-Sumatera dan jalan lintas timur Sumatera yang langsung terhubung ke Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan, Minggu 19/5/2019. Kawasan itu menjadi gerbang utama masuknya kendaraan dari Pulau Jawa ke Pulau KOMPAS — Konsep pembangunan jalan tol bersama pengembangan kawasan bisa menjadi alternatif pengusahaan jalan tol yang menarik minat badan usaha. Namun, sampai saat ini kemungkinan pengembangan bisnis terkait jalan tol yang bernilai tambah baru untuk tempat istirahat dan Badan Pengatur Jalan Tol BPJT Danang Parikesit, di Jakarta, akhir pekan lalu, mengatakan, saat ini industri jalan tol menghadapi tantangan, yakni pemain jalan tol yang belum banyak serta sumber pembiayaan yang terbatas. Padahal, untuk lima tahun ke depan, pemerintah menargetkan akan membangun kilometer jalan tol baru dengan kebutuhan investasi Rp 375 triliun sampai Rp 425 triliun serta biaya pembebasan lahan sampai Rp 100 triliun. ”Kita bekerja pada lingkungan bisnis yang tidak berkembang. Meski ada pemain-pemain baru, jumlahnya tidak besar. Demikian soal pembiayaan, selama lima tahun lalu dana yang bisa disediakan dari bank Himbara untuk jalan tol rata-rata Rp 70 triliun per tahun, tidak bisa lebih dari itu,” ujar karena itu, lanjutnya, pemerintah berharap agar semakin banyak swasta yang masuk atau berinvestasi di jalan tol. Meski jumlahnya sedikit, beberapa pemain baru yang masuk di bisnis jalan tol ada yang bergerak di sektor properti dan sektor ARYA DWIANGGA MARTIAR Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Danang ParikesitDi sisi lain, pembangunan jalan tol terkait erat dengan pengembangan kawasan di sekitar koridor jalan tol. Badan usaha jalan tol telah melihat bahwa berinvestasi membangun jalan tol akan lebih menguntungkan jika dibarengi dengan pengembangan kawasan di itu tampak dari usulan perubahan skema penugasan pemerintah ke PT Hutama Karya Persero yang semula hanya membangun Jalan Tol Trans-Sumatera menjadi penugasan pengembangan kawasan ekonomi baru. Contoh lain, badan usaha jalan tol di ruas Semarang-Demak juga mengajukan proposal pengelolaan lahan di sisi jalan yang akan terbebas dari rob karena tol tersebut sekaligus berfungsi sebagai tanggul laut.”Jadi, jalan tol adalah tulangnya, sementara pengembangan kawasan di sepanjang koridor adalah dagingnya,” ujar demikian, menurut Danang, skema pembangunan jalan tol yang digabung dengan pengembangan kawasan di sekitar tol masih belum dapat dilakukan. Sebab, regulasi yang ada belum memungkinkannya. Meski begitu, pengelola tol tetap dimungkinkan mendapat nilai tambah lain dari bisnis jalan tol dengan mengembangkan tempat istirahat dan pelayanan TIP.Oleh karena itu, pemerintah akan merevisi Peraturan Menteri PUPR Nomor 10/2018 tentang Tempat Istirahat dan Pelayanan pada Jalan Tol agar dapat mengakomodasi pengembangan TIP. Menurut rencana, ke depan, TIP dapat dikembangkan untuk tujuan khusus, yakni sebagai tempat destinasi, fasilitas transit antarmoda angkutan penumpang, dan hub contoh, pengelola ruas Tol Cibitung-Cilincing yang masih tahap konstruksi akan menyiapkan fasilitas bongkar muat kontainer di TIP yang ada di ruas tersebut. Kegiatan bongkar muat dilakukan di luar pelabuhan diharapkan memperlancar arus barang di pelabuhan. Luas yang dibutuhkan untuk TIP berkonsep hub logistik tersebut mencapai 20 ini, kata Danang, draf revisi peraturan mengenai TIP berkonsep khusus tersebut telah selesai dan kemungkinan akan terbit pada triwulan I-2020. Saat ini, sudah banyak badan usaha jalan tol yang menunggu regulasi Jenderal Asosiasi Jalan Tol Indonesia yang juga CEO Group Bisnis Jalan Tol Astra Infra Kris Ade Sudiyono memiliki pandangan berbeda. Menurut dia, konsep penggabungan pembangunan jalan tol dengan pengembangan kawasan mudah dibicarakan, tetapi tidak mudah dihitung nilai pengembalian investasinya.”Rasanya orang mengusulkan proyek tambahan itu ketika dia merasa proyeknya akan rugi. Tetapi, kalau kedua proyek itu sama-sama menguntungkan, tentu akan independen atau berdiri sendiri-sendiri,” kata Kris RADITYA MAHENDRA YASA Jalan tol ruas Salatiga-Boyolali yang dibuka selama libur Natal dan Tahun Baru dengan latar belakang Gunung Merbabu di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat 28/12/2018.Sebagai pelaku industri jalan tol, ujar Kris Ade, pihaknya secara bertahap juga akan mengembangkan TIP yang akan memiliki fungsi lain, yakni sebagai destinasi. Satu TIP yang dikembangkan berada di ruas Semarang-Solo. Ke depan, pihaknya akan mengembangkan TIP serupa di ruas-ruas lain, seperti di Tangerang-Merak dan ruas itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, tersambungnya jalan tol seperti Trans-Jawa mendorong penyedia jasa angkutan penumpang untuk menambah trayek layanannya. Selain itu, mereka juga berinvestasi dengan menambah jalan tol mendorong penyedia jasa angkutan penumpang menambah dengan itu, kata Budi, pihaknya telah mengusulkan kepada Kementerian PUPR untuk memfungsikan TIP, salah satunya untuk transit antarmoda. Menurut dia, tidak semua TIP perlu difungsikan sebagai tempat transit antarmoda. Untuk sepanjang Trans-Jawa mungkin hanya diperlukan 3-4 TIP yang difungsikan sebagai terminal.”Ini satu peluang semisal ada bus Trans-Jawa, lalu simpulnya di mana? Mestinya ada di TIP. Kementerian PUPR akan mengakomodasi hal ini,” kata menyebutkan, Menteri PUPR telah menetapkan kenaikan tarif untuk ruas Jagorawi melalui Keputusan Menteri PUPR No 1175/2019. Tarif untuk kendaraan golongan I akan naik dari Rp menjadi Rp golongan II dan III menjadi Rp serta golongan IV dan V menjadi Rp Menurut rencana, tarif baru tersebut akan diberlakukan mulai 19 Desember juga Jaga Kecepatan di Tol Layang EditorMukhamad Kurniawan › Utama›Jalan Tol Majukan Industri dan... Jaringan tol di Jawa Tengah segera dibangun untuk mengembangkan kawasan industri dan pariwisata yang menjadi prioritas pemerintah. Jalan tol itu adalah Semarang-Demak, Bawen-Yogyakarta, dan Solo-Yogyakarta. OlehNorbertus Arya Dwiangga Martiar 3 menit baca KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA Jalan tol ruas Salatiga-Boyolali yang dibuka selama libur Natal dan Tahun Baru dengan latar belakang Gunung Merbabu di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat 28/12/2018. Ruas Tol Semarang-Bawen dan Salatiga-Boyolali menjadi salah satu jalan tol dengan pemandangan Gunung Ungaran, Gunung Merbabu, dan Gunung KOMPAS — Jaringan tol di Jawa Tengah segera dibangun untuk mengembangkan kawasan industri dan pariwisata yang menjadi prioritas pemerintah. Jalan tol itu adalah Semarang-Demak, Bawen-Yogyakarta, dan telah menetapkan konsorsium PT Pembangunan Perumahan Persero Tbk, PT Wijaya Karya Persero Tbk, dan PT Misi Mulia Metrical sebagai pemenang lelang pengusahaan jalan tol ruas Semarang-Demak. Tol ini akan terintegrasi dengan tanggul laut dengan kebutuhan investasi Rp 15,3 triliun. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol BPJT Danang Parikesit mengatakan, ruas-ruas tol yang dibangun mesti menghubungkan kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, dan kawasan pariwisata. Selain itu, usaha kecil dan menengah UKM setempat juga harus diberi tempat di jalan tol. Dengan demikian, pembangunan tol berdampak ekonomi lebih Semarang-Demak sepanjang 27 kilometer km akan terintegrasi dengan tanggul laut Kota Semarang. Konsorsium jalan tol akan membangun 16,3 km, sedangkan bagian lain sepanjang 10,69 km akan dibangun pemerintah. Konsorsium memperoleh konsesi pengelolaan tol itu untuk 35 tahun dengan tarif Rp per km.”Tol ini unik karena baru pertama kali di Indonesia dan penting terutama untuk daerah pesisir yang mengalami penurunan tanah dan kenaikan muka air laut. Aspek keselamatan konstruksi harus diperhatikan serius karena kalau dilihat desain tanggulnya sangat tinggi,” ini, banjir rob di kawasan Kaligawe, Semarang, mengganggu mobilitas dan perekonomian di sekitar kawasan industri di Genuk, Kaligawe. Keberadaan tol sekaligus tanggul laut tersebut diharapkan membuat kawasan industri di sekitar Semarang bagian utara bebas pemenang lelang diberi waktu dua bulan oleh BPJT untuk membentuk badan usaha jalan tol BUJT sejak surat penetapan ditandatangani. Setelah itu, badan usaha dapat menyiapkan diri untuk memulai Perencanaan dan Pengembangan PT PP Persero Tbk M Aprindy mengatakan, konsorsium akan segera membentuk BUJT dan mengkaji desain tol Semarang-Demak. Di ruas itu akan dibangun setidaknya tiga jenis konstruksi, yakni konstruksi tanggul, konstruksi layang, dan konstruksi persiapan lancar, akhir tahun ini pengerjaan konstruksi bisa lain di Jawa Tengah yang tengah disiapkan lelangnya dalam waktu dekat adalah Bawen-Yogyakarta dan Yogyakarta-Solo. Kedua tol itu menghubungkan Tol Trans-Jawa dengan Kota Yogyakarta dan destinasi pariwisata prioritas Borobudur. Secara lebih luas, proyek ini membentuk jaringan Tol Yogyakarta-Solo-Semarang atau Danang, Gubernur DI Yogyakarta meminta sesedikit mungkin menggunakan lahan dan menghindari lokasi cagar budaya. Selain itu, pembangunan jalan tol sesedikit mungkin mengganggu lalu lintas lokal dan harus berdampak pada ekonomi besar ruas Tol Solo-Yogyakarta akan dibangun dengan konstruksi layang. Untuk meminimalkan penggunaan lahan, kemungkinan besar Tol Yogyakarta-Bawen juga menggunakan konstruksi layang di beberapa titik.

jalan tol berpotensi mengembangkan industri karena